Friday, 29 April 2011

Semanggi Gunung

Nama lain:
Pegagan embun, antanan beurit, antanan lembut (Sunda); Andem, katepa'n, rendeng, semanggi (jawa), Salatun; Take cena (Madura), tikim, patikim; Tian hu sui (China);
Semanggi gunung, yang memiliki nama latin Hydrocotyle sibthorpioides, merupakan salah satu jenis pegagan/antanan. Tanaman ini tumbuh merayap, ramping, subur di tempat lembap, terbuka maupun teduh di pinggir jalan, pinggir selokan, lapangan rumput dan tempat lain. Batangnya lunak dan berongga, sedangkan daunnya tunggal berseling, bertangkai panjang, bentuk bulat dengan pinggir terbagi menjadi 5 - 7 lekukan dangkal, dan berwarna hijau. Bunganya berbentuk bongkol, keluar dari ketiak daun, dan berwarna kuning.
Tumbuhan ini memiliki efek rasa manis sedikit pedas dan sejuk. Efek farmakologisnya ialah dapat menghilangkan bengkak (anti swelling), anti radang (anti-inflammasi), peluruh air seni, anti biotika, penurun panas, menetralisir racun (detoxificans), dan peluruh dahak (ekspektoran). Secara kimiawi, semanggi gunung mengandung minyak menguap, coumarin, dan hyperin.
Penyakit yang dapat diobati antara lain Sakit kuning (Hepatitis), Batu empedu, Batu ginjal dan infeksi saluran kencing, Batuk dan sesak nafas, Sariawan, Radang tenggorokan, Amandel, dan Infeksi telinga tengah.
Pemanfaatan:
Seluruh tanaman, segar atau kering.

Khasiat:
1. Sakit kuning (Icteric infectious hepatitis).
2. Pengecilan hati dengan busung (Liver cirrhosis dan ascites), batu empedu.
3. Batu dan infeksi saluran kencing.
4. Batuk dan sesak nafas.
5. Sariawan, radang tenggorokan, infeksi amandel.
6. Infeksi telinga tengah.

Pemakaian secara umum: 10 - 60 gram, direbus, minum.
Pemakaian luar: Bisul, gumpalan darah (haematoma), koreng  di kepala: Lumatkan tumbuhan segar, dibubuhkan ke tempat yang sakit.

Cara pemakaian secara spesifik:
1. Sesak napas (asma):
    10 - 15 gr herba segar direbus, minum atau ditumbuk, peras minum
    airnya.

2. Batu saluran kencing: 30 - 60 gr herba segar direbus, minum.

3. Kencing kurang lancar:
    30 gr herba segar direbus, kemudian ditambah 30 gr gula  pasir,
    minum.

4. Radang tenggorokan:
    30 - 60 gr herba segar direbus, tambah garam sedikit, minum; atau
    ditumbuk, peras, minum airnya.

5. Sakit kuning:
    30 - 60 gr ditambah air dan arak ketan sama banyak secukupnya,
    ditim, 2x /hari, selama 3 - 5 hari.

6. Amandel: dipakai sebagai obat kumur

Adverse effect:
Walaupun sangat jarang, kadangkadang dapat terjadi LEUCOPENIA (penurunan jumlah sel darah putih), selama pemakaian obat ini, yang segera normal kembali setelah obat dihentikan.
Produk HPA yang memanfaatkan khasiat dari tanaman ini ialah Teh Asiatica Plus.

Thursday, 28 April 2011

Anggur


Buah Anggur

Buah anggur termasuk dalam famili Vitaceae dan genus Vitis. Bentuk buah anggur hampir bulat dengan kulit buahnya berwarna merah kehitaman, hijau, kuning keemasan, atau ungu dan dilapisi tepung. Daging buahnya mempunyai rasa asam manis, dan kandungan airnya banyak. Jenis asam yang dominan pada anggur adalah asam maleat dan asam sitrat. Penyebab rasa manis pada anggur adalah tingginya kadar glukosa dan fruktosa.

Prof Ali Khomsan menambahkan, berbagai penelitian menunjukkan, biji anggur mengandung pycnogenol sebagai penguat kolagen untuk kelenturan pembuluh darah (anti aging) dan kulit anggur ternyata kaya flavonoid dengan daya antioksidan lebih tinggi dari vitamin C. Tak hanya itu, buah anggur sendiri kaya kalium untuk mengontrol tekanan darah. Secara keseluruhan buah anggur mengandung banyak manfaat. Khasiat lain yang dimiliki anggur, adalah untuk mengatasi kelelahan dan hipoglikemi karena kandungan gula alaminya yang sangat tinggi, terutama dalam bentuk glukosa dan fruktosa.

Kandungan mineral dalam anggur yang memiliki manfaat kesehatan bagi tubuh antara lain mangan. Zat itu sangat diperlukan tubuh dalam sintesis energi sehingga dapat membantu menjaga kestabilan gula dalam darah. Mangan juga diperlukan tubuh untuk metabolisme lemak dan pembentukan jaringan ikat dan tulang.
Menurut The George Mateljan Foundation, anggur juga memiliki nilai gizi yang sangat luar biasa. Tiap 100 gram anggur paling tidak 25 komponen gizi yang dibutuhkan oleh tubuh. Sebut saja kalsium, kalium, vitamin A, Vitamin C, dan thiamin.

Anggur disebut mengandung karotenoid dan likopen yang tinggi. Kedua zat kimia tersebut dikenal luas akan kemampuannya menghambat berbagai penyakit tubuh. Kandungan antioksidan dalam anggur tersebut sudah diyakini kalangan luas sebagai pelindung sel dari radikal bebas penyebab penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, kanker, dan beberapa penyakit akibat penuaan.

Biji Anggur

Kita umumnya lebih menyukai anggur tanpa biji. Kalau sedang "sial" mendapatkan anggur berbiji, orang akan meludahkan biji-bijinya setiap kali mereka mengunyah buah anggur. Padahal, sama seperti daging buahnya, biji-biji anggur pun berlimpah senyawa berkhasiat.

Mineral mikro yang sudah lebih dulu diketahui banyak terdapat dalam biji anggur terutama anggur merah adalah seng dan mangan. Kedua mineral mikro tersebut terutama amat penting untuk menjaga libido seks pria, menjaga kesuburan pria. Manfaat lain seng dan mangan bagi kesehatan pria adalah mencegah dan membantu mengatasi peradangan prostat.

Belakangan banyak dijual suplemen ekstrak biji anggur merah, yang diklaim bisa mengerem laju penuaan, mencegah penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) termasuk mencegah stroke dan serangan jantung. Selain itu, juga dikatakan dapat merangsang pembentukan jaringan kolagen yang akan menggantikan kulit tua atau rusak. Senyawa yang dipromosikan khasiatnya tersebut adalah proantosianidin (proanthocyanidin), populer dengan istilah OPC.

Berdasarkan penelitian Dr. Masquelier, ditemukan bahwa kekuatan antioksidan OPC 20 kali vitamin C dan 50 kali vitamin E! Lebih dahsyat dari kekuatan antioksidan yang dipunyai vitamin A, C, dan E. Dr Masquelier menduga kekuatan ini bersumber dari banyaknya jumlah ikatan rangkap atom karbon dalam rantai molekul OPC. Keunikan komposisi molekulnya menjadikan OPC mampu melumpuhkan jauh lebih banyak radikal bebas. Karena itu, biji anggur menjanjikan kemampuan lebih baik dalam meredam penuaan dan menggiatkan peremajaan sel.

Aktivitas OPC menjadikan sel-sel darah merah cukup mengandung oksigen, sehingga terhindar dari perlengketan satu sama lain. Dengan demikian, aliran oksigen dan nutrisi dalam pembuluh darah berlangsung lancar. Selain sel kulit akan terjaga kesegarannya, kondisi ini juga membuat organ-organ tubuh tetap sehat, serta mengurangi risiko stroke dan serangan jantung. OPC juga dapat membantu dalam proteksi tubuh terhadap efek-efek negatif dari internal ataupun lingkungan seperti merokok/asap rokok dan polusi, sreta mendukung proses metabolisme tubuh secara normal. Selain itu, ekstrak biji anggur dapat meningkatkan high-density lipoprotein (HDL-C atau "kolesterol baik") dan mengurangi kolesterol LDL

Dibandingkan dengan suplemen antioksidan vitamin A dan E, suplemen ekstrak biji anggur lebih aman. OPC bersifat larut dalam air, sehingga kelebihan dosis asupan OPC akan dibuang ke luar dari tubuh terutama bersama urine. Dosis optimum suplemen ekstrak biji anggur yang dianjurkan adalah 150-200 mg per hari, yang dibagi dalam 2-3 kali minum. Utamakan suplemen ekstrak biji anggur yang mengandung setidaknya 95 persen OPC.

Suplemen ekstrak biji anggur yang baik diolah dari buah anggur tanaman organik dan ditanam dalam lingkungan tanpa polusi. Karena OPC menggiatkan fungsi obat-obatan antialergi, maka sebaiknya suplemen ekstrak biji anggur diminum 2 jam setelah minum obat antialergi.

Grapeseed Oil Softgel dari HPA mengandung kebaikan dan khasit biji anggur.

-dari berbagai sumber-

Jati Belanda

Jati Belanda (Guazumae ulmifolia) merupakan jenis tanaman pohon dengan tinggi +/- 10 meter. Batangnya keras, bulat, dengan permukaan yang kasar, beralur, berkayu, dan bercabang. Daunnya tunggal, bulat telur, dengan permukaan kasar, tepinya bergerigi, berujung runcing, pangkalnya berlekuk, pertulangan menyirip, panjang 10-16 cm, lebar 3-6 cm, warna hijau. Bunga tunggal, bulat di ketiak daun, warna hijau muda. Buah kotak, bulat, keras, permukaan berduri, warna hitam.

Beberapa penelitian telah dilakukan terhadap daun Jati Belanda (Guazumae follium).  Pada tahun 1987, Lies Andarini (Biologi UNAIR) mengungkapkan khasiat daun Jati Belanda yang dapat dapat menurunkan berat badan dan menurunkan selera makan yang berpengaruh pada jumlah asupan makanan yang dimakan.  Penelitian lain dilakukan untuk melihat efek samping atau pengaruh penggunaan daun Jati Belanda dilakukan oleh Yusuf Husni (Farmasi UNAIR) pada tahun 1986; dan Subandrio Joko Semedi (Farmasi UNAIR) pada tahun 1987. Penelitian Yusuf Husni melihat pengaruh pemberian daun Jati belanda terhadap kadar kreatin dan urea. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian daun Jati belanda selama 2 bulan tidak menaikkan kadar kreatin dan urea. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi ginjal setelah pemberian Jati belanda. Sedangkan, penelitian Subandrio ditujukan untuk melihat pengaruh pemberian seduhan daun Jati belanda terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Dari hasil penelitian tersebut, ternyata pemberian seduhan daun Jati belanda selama 1 bulan tidak berpengaruh terhadap aktivitas enzim SGOT, SGPT, dan SGGT. Hal ini dapat digunakan sebagai dasar untuk mengetahui ada tidaknya kelainan fungsi hati setelah pemberian Jati belanda. Sebagai kesimpulan, daun Jati Belanda berkhasiat sebagai pelangsing tubuh / menurunkan berat badan / mengurangi kegemukan, tanpa berpengaruh terhadap fungsi ginjal dan hati.

Berikut ialah kandungan Guazamae follium atau daun Jati Belanda: 
  • Mengandung zat lendir yang merupakan serat (fiber) bersifat lubricating atau melicinkan sehingga dapat menghambat penyerapan lemak, glucose, kolesterol yang terdapat dalam makanan dan memperlancar buang air besar. 
  • Kandungan tanin bekerja sebagai adstringent, zat yang akan mengendapkan protein yang terdapat pada mukus yang melapisi bagian dalam usus sehingga lapisan ini sukar ditembus dan akan mengurangi penyerapan lemak.
Pemanfaatan Jati Belanda:
1. Daun : untuk melangsingkan tubuh / menurunkan berat badan / mengurangi kegemukan,
 - Ramuan:
  • Daun Jati belanda  7 helai
  • Daun Tempuyung  7 helai
  • Serbuk Majakan   sedikit
  • Air   115 ml
 - Cara pembuatan: Diseduh.
 - Cara pemakaian: Diminum 1 kali sehari 100 ml.
 - Lama pengobatan: Diulang selama 30 hari secara konsisten.

2.  Buah dan biji : untuk sakit perut, perut kembung, pelangsing, untuk bronchitis.
 - Ramuan untuk mengatasi sakit perut / kembung:
  • Buah Jati belanda (serbuk)   2 sendok teh
  • Air mendidih   100 ml
  • Minyak Adas (bila perlu)   1 tetes
 - Cara pembuatan: Diseduh
 - Cara pemakaian: Diminum 2 kali sehari, pagi dan sore, tiap kali minum 100 ml.
 - Lama pengobatan: Diulang selama 7 hari secara konsisten.

Bila dilihat dari artikel di atas, ramuan herbal akan berkhasiat lebih ketika kita mengkonsumsinya secara rutin / konsisten / berulang selama periode tertentu.  Di sini diajarkan nilai kesabaran dalam menghadapi penyakit atau cobaan apapun itu.  Sabar dan istiqomah menjadi kunci khasiat herbal.

Untuk khasiat Guazamae follium atau daun Jati Belanda, HPA telah mempermudah racikan dan ramuannya bersama daun teh (Camellia sinensis follium), daun kemuning (Murrayae follium), rimpang bangle (Zingiberis purpurei rhizoma), dan delima (Granati cortex) dalam kapsul GuazSlim.
 
- dari berbagai sumber -
 

Wednesday, 27 April 2011

Pegagan (Centella asiatica)

Nama lain:
Pegaga (Aceh/Makasar); Daun kaki kuda (Melayu); Ampagaga (batak); Antanan rambat, Antanan gede (Sunda); Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Taidah (Bali); Sandanan (Irian); Kos tekosan (Madura), Kori-kori (Halmahera);
Pegagan merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, pinggir selokan, serta pematang sawah. Tumbuhan yang terkadang dianggap tanaman pengganggu ini menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh. Kadang-kadang pegagan ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran/lalapan (di Jawa Barat). 
Tanaman ini berasal dari daerah tropis Asia, banyak terdapat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai, dan terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Pegagan merupakan tumbuhan tanpa batang, tetapi memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 hingga 80 cm. Akar keluar dari setiap bonggol dan banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, tangkainya panjang sekitar 5 sampai 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi dengan penampang 1 hingga 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 sampai 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunganya berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Panjang tangkai bunga berkisar 5 hingga 50 mm. Buahnya kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 sampai 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. 
Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berkhasiat sebagai antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Manfaat Pegagan
  1. Infectious hepatitis, campak (measles).
  2. Demam, bronchitis, sakit tenggorokan, radang amandel (tonsillitis).
  3. Infeksi dan batu sistem saluran kencing.
  4. Keracunan Gelsemium elegans, arsenic.
  5. Muntah darah, batuk darah, mimisan.
  6. Mata merah, wasir.
  7. Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan.
  8. Lepra.

Pemakaian secara umum: 15 - 30 gram pegagan segar, direbus, minum ; atau dilumatkan, peras, minum airnya.

Pemakaian luar: Dilumatkan, ditempel ke bagian yang sakit. Digunakan untuk: Gigitan ular, bisul, luka berdarah, penyakit kulit.

Cara Pemakaian spesifik   :
1. Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing):
    30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan
    kedua.

2. Susah kencing: 30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.

3. Demam:
    Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah
    sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.

4. Darah tinggi:
    20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai
    menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

5. Wasir:
    4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air
    selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6. Pembengkakan hati (liver) :
    240 gram - 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

7. Campak:  60 -120 gram pegagan direbus, minum

8. Bisul :
    30 gram - 60 gram pegagan segar direbus, diminum. Pegagan segar
    dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.

9. Mata merah, bengkak :
    Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring.
    Teteskan ke mata yang sakit 3 - 4 kali sehari.

10. Batuk darah, muntah darah, mimisan  : 
     60 - 90 gram pegagan segar direbus, atau diperas, airnya diminum.

11. Batuk kering :
     segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air
     dan gula batu secukupnya. Minum.

12. Lepra  :
     3/4 genggam pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air,
     sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x
     3/4 gelas.

13. Penambah nafsu makan  :
     1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai
     menjadi 1 gelas.  Minum sehari 1 gelas.

14. Teh daun pegagan segar berkhasiat :
     Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan,
     menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut,
     mimisan.

15. Lalaban pegagan segar berkhasiat untuk:
     Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah.
     Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan
     pencernaan.
 

Thursday, 21 April 2011

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.)

Kembang sepatu (Hibiscus rosa-sinensis L.) adalah tanaman semak yang berasal dari Asia Timur dan banyak ditanam sebagai tanaman hias di daerah tropis dan subtropis. Bunganya besar, berwarna merah dan tidak berbau. Tanaman ini berkembang biak dengan cara stek, pencangkokan, dan penempelan.

Orang Sumatera menyebut kembang sepatu dengan nama bunga raya. Sedangkan di Jawa, orang menyebutnya kembang worawari.

Kembang sepatu banyak dijadikan tanaman hias karena bunganya yang cantik dan dapat digunakan sekaligus sebagai tanamn pagar juga. Di China, bunga yang berwarna merah digunakan sebagai bahan pewarna makanan. Sedangkan di Indonesia, daun dan bunga tanamn ini digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional. Kembang sepatu yang dikeringkan juga dapat diminum sebagai teh.

HPA menggunakan bahan dari Hibiscus rosa-sinensis di dalam Herba Senggugut yang berkhasiat untuk menghilangkan rasa sakit saat haid dan membantu masalah kesuburan.

-dari berbagai sumber-

Wednesday, 20 April 2011

Mengkudu (Morinda citrifolia, Linn.)


Nama lain:
Cangkudu (Sunda); Pace, Kemudu, Kudu (Jawa); Wengkudu (Bali); Kodhuk (Madura); Keumeudee (Aceh)
Mengkudu (MORINDA CITRIFOLIA) termasuk jenis kopi-kopian. Mengkudu dapat tumbuh di dataran rendah sampai pada ketinggian tanah 1500 meter diatas permukaan laut. Mengkudu merupakan tumbuhan asli dari Indonesia. Tumbuhan ini mempunyai batang tidak terlalu besar dengan tinggi pohon 3-8 m. Daunnya bersusun berhadapan, panjang daun 20-40 cm dan lebar 7-15 cm. Bunganya berbentuk bungan bongkol yang kecil-kecil dan berwarna putih. Buahnya berwarna hijau mengkilap dan berwujud buah buni berbentuk lonjong dengan variasi trotol-trotol. Bijinya banyak dan kecil-kecil terdapat dalam daging buah. Pada umumnya tumbuhan mengkudu berkembang biak secara liar di hutan-hutan atau dipelihara orang pinggiran-pinggiran kebun rumah.

Buah buni tumbuhan mengkudu yang telah masak mempunyai aroma yang tidak sedap, namun mengandung sejumlah zat yang berkhasiat untuk pengobatan. Adapun kandungan zat tersebut antara lain morinda diol, morindone, morindin, damnacanthal, metil asetil, asam kapril dan sorandiyiol.

Manfaat Mengkudu

1. Hipertensi

Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 sendok makan madu.

Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.

Cara menggunakan: diminum dan diulangi 2 hari sekali. 

2.  Sakit Kuning
Bahan: 2 buah Mengkudu yang telah masak di pohon dan 1 potong gula batu.
Cara Membuat: buah mengkudu diperas untuk diambil airnya, kemudian dicampur dengan madu sampai merata dan disaring.
Cara menggunakan : diminum dan diulangi 2 hari sekali.

3. Demam (masuk angin dan infuenza)
Bahan: 1 buah Mengkudu dan 1 rimpang kencur;
Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

4. Batuk
Bahan: 1 buah Mengkudu dan ½ genggam daun poo (bujanggut);
Cara Membuat: kedua bahan tersebut direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas, kemudian disaring.
Cara menggunakan : diminum 2 kali 1 hari, pagi dan sore.

5. Sakit Perut
Bahan: 2-3 daun Mengkudu
Cara Membuat: ditumbuk halus, ditambah garam dan diseduh air panas.
Cara menggunakan: setelah dingin disaring dan diminum.

6. Menghilangkan sisik pada kaki
Bahan: buah Mengkudu yang sudah masak di pohon.
Cara menggunakan: bagian kaki yang bersiisik digosok dengan buah mengkudu tersebut sampai merata, dan dibiarkan selama 5-10 menit, kemudian dibersihkan dengan kain bersih yang dibasahi dengan air hangat.


Produk HPA yang memiliki khasiat dan kandungan Buah Mengkudu:

Tuesday, 19 April 2011

Bambu

Selama ini masyarakat Indonesia telah memanfaatkan bambu untuk berbagai hal.  Salah satunya ialah untuk konsumsi pangan, dalam hal ini rebung atau bambu muda. Selain dapat dikonsumsi sebagai panganan, bambu ternyata memiliki beberapa khasiat kesehatan.

Penelitian menunjukkan, daun bambu mengandung banyak zat aktif, yakni flavonoid, polisakarida, klorofil, asam amino, vitamin, mikroelemen, dan sebagainya, sehingga baik untuk menurunkan lemak darah dan kolesterol. Selain itu, daun bambu juga dapat berfungsi sebagai antioksidan, bahan antipenuaan, serta mampu menjaga stamina dan mencegah penyakit kardiovaskular.

Kandungan flavonoid daun bambu memiliki efek positif pada kemoterapi terhadap sumsum tulang dan imunitas tubuh, bisa memperbaiki aliran mikrovaskular bagi penderita jantung, fungsi trombosit, dan peredaran darah di otot jantung.

Di pasar dalam negeri produk ekstrak daun bambu relatif belum banyak. Biasanya dalam bentuk tablet maupun sejenis makanan ringan yang dapat dikonsumsi. Oleh karena berbentuk ekstrak, tentu diperlukan sikap hati-hati dalam mengkonsumsinya. Cara terbaik untuk mengurangi risiko ialah dengan memperhatikan legalitas produk seperti ada tidaknya sertifikasi dari Badan POM.

Manfaat Bambu
Berbagai kitab herbal, kitab obat klasik, dan farmakop Cina mencatat khasiat bambu dalam menyembuhkan penyakit, antara lain:
  • Daun bambu bersifat dingin, tidak beracun, untuk mengobati rasa panas di dada dan batuk.
  • Daun bambu mampu menyembuhkan batuk, haus, dahak, radang tenggorokan, dan menghilangkan rasa panas.
  • Daun bambu bisa menyegarkan hati, menghangatkan limpa, menghilangkan riak dan dahaga, angin jahat, batuk, sesak, muntah darah, stroke ringan, dan lain lain.
  • Daun bambu dapat menyembuhkan salah urat, luka, dan membunuh parasit.
  • Daun bambu dapat meredakan rasa cemas dan panas, serta melancarkan buang air kecil.
Sumber : Kompas.com