Showing posts with label Wasir. Show all posts
Showing posts with label Wasir. Show all posts

Wednesday, 19 June 2013

Obat Tradisional Luka dan Wasir, Manfaat Bandotan (Babadotan)

Obat Net : Obat Tradisional Luka dan Wasir, Manfaat Bandotan (Babadotan)
Pengobatan Lewat Internet
Manfaat Babadotan


Babadotan (Bandotan)
Resep Tradisional Bandotan:

Cuci herba bandotan segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Hasilnya, peras dan saring. Gunakan air perasan yang terkumpul untuk obat tetes telinga. Sehari 4 kali, setiap kali pengobatan sebanyak 2 tetes.

Cuci herba bandotan segar secukupnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Turapkan ramuan ke bagian tubuh yang sakit, lalu balut dengan perban. Dalam sehari, ganti balutan 3-4 kali. Lakukan pengobatan ini sampai sembuh.

Cuci satu tumbuhan herba bandotan segar sampai bersih. Tambahkan sekepal nasi basi dan seujung sendok teh garam, lalu giling sampai halus. Turapkan ke tempat yang sakit, lalu balut dengan perban.

Sediakan satu genggam daun dan batang muda tumbuhan bandotan segar, satu kepal nasi basi, dan 1/2 sendok teh garam. Selanjutnya, cuci daun dan batang muda sampai bersih, lalu tumbuk bersama nasi dan garam. Setelah menjadi adonan seperti bubur kental, turapkan ramuan ke bagian sendi yang bengkak sambil dibalut. Biarkan selama 1-2 jam, lalu balutan dilepaskan. Lakukan perawatan seperti ini 2-3 kali sehari.

Rebus 10-15 g herba bandotan dalam dua gelas air bersih sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus. Lakukan 2-3 kali sehari.

Rebus 30-60 g herba bandotan kering segar atau 15-30 g herba kering dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Selain direbus, herba segar dapat juga ditumbuk. Air rebusan atau air perasannya diminum satu gelas sehari.

(1). Cuci 30-60 g daun bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Selanjutnya, peras dan saring. Tambahkan larutan gula batu ke dalam air perasan secukupnya dan aduk sampai rata. Minum ramuan dan lakukan tiga kali sehari. (2). Cuci daun bandotan secukupnya, lalu jemur sampai kering. Selanjutnya, giling sampai menjadi serbuk. Tiupkan serbuk ke dalam tenggorokan penderita.

Rebus 15-30 g herba bandotan kering dalam dua gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan dua kali sehari.

Cuci satu buah tumbuhan bandotan ukuran sedang sampai bersih, lalu potong-potong seperlunya. Rebus dalam tiga gelas air sampai tersisa menjadi satu gelas. Setelah dingin, saring dan minum sekaligus. Lakukan pengobatan ini 2-3 kali sehari sampai sembuh.



Cuci, daun dan batang bandotan segar sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Oleskan hasil tumbukan ke seluruh kulit kepala dan rambut. Tutup kepala dengan sepotong kain. Biarkan selama 2-3 jam. Selanjutnya, bilas rambut hingga bersih.
Nama Daerah

  • Melayu: Bandotan
  • Sunda: Babandotan
  • Jawa: Bandotan
  • Madura: Dus bedusan
Klasifikasi
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub divisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledonae
  • Bangsa: Asterales
  • Suku: Asteraceae
  • Marga: Ageratum
  • Jenis: Ageratum conyzoides L
Ciri-ciri
  • Habitus: Herba, 1 tahun, tinggi 10-120 cm
  • Batang: Tegak atau terbaring
  • Daun: Tunggal, bulat telur, ujung runcing, pangkal tumpul, tepi beringgit, panjang 3-4 cm, lebar 1-2,5 cm, pertulangan menyirip, tangKai pendek, hijau
  • Bunga: Majemuk, di ketiak daun, bongkol menyatu menjadi karangan, bentuk malai rata, panjang 6-8 mm, tangkai berambut, kelopak berbulu, hijau, mahkota bentuk lonceng, putih atau ungu
  • Buah: Padi, bulat panjang, bersegi lima, gundul atau berambut jarang, hitam
  • Biji: Kecil, hitam
  • Akar: Tunggang, putih kotor
Kandungan Kimia
  • Daun dan bunga Ageratum conyzoides mengandung saponin, flavonoida dan polifenol, di samping itu daunnya juga mengandung minyak atsiri.
Khasiat
  • Daun babandotan berkhasiat sebagai obat luka baru dan obat wasir. 
  • Untuk obat luka baru dipakai + 5 gram daun segar Ageratum conyzoides, dicuci dan ditumbuk sampai lumat, ditempelkan pada luka dan dibalut.
Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.

Sunday, 16 June 2013

Obat Tradisional Thypus, asama, TBC, Manfaat Cacing Tanah (Cacing Kalung)

Obat Net : Obat Tradisional Thypus, asama, TBC, Manfaat Cacing Tanah (Cacing Kalung)
Pengobatan Lewat Internet
Manfaat Cacing Kalung

Manfaat Cacing Tanah (Cacing Kalung)


Cacing  Kalung
Alhamdulillah... pada kesempatan ini penulis bisa diberikan kesempatan untuk memposting Manfaat Cacing Tanah (Cacing Kalung)  yang kelihatannya menjijikkan itu ternyata memiliki banyak manfaat dan khasiat untuk kesehatan manusia. Manfaat dan Khasiat cacing tanah dalam dunia kesehatan diantara dapat mengobati beberapa jenis penyakit.

Diantara lebih dari 1800 jenis cacing tanah yang ada didunia dan telah dikenal oleh para ilmuan, diantaranya ada dua jenis cacing tanah yang biasa dipakai dalam budidaya cacing tanah dan proses pembuatan pupuk organik, yaitu jenis cacing Lumbricus Rubellus dan Eisenia Fetida(cacing tiger). Cacing tanah jenis Lumbricus Rubellus adalah hewan yang tergolong dalam hewan avetebrata (tidak bertulang belakang) yang hidup ditanah yang gembur dan lembab. cacing ini masuk dalam gologan cacing epigeic. kedua jenis cacing ini sangat mudah untuk dikembangbiakkan diantara jenis cacing lainnya.

Beberapa penelitian telah membuktikan adanya khasiat anti bakteri dari protein yang dihasilkan dari ekstraksi cacing tanah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri gram negatif Escherichia Coli, Shigella Dysenterica, Staphilococcus Aureus, dan Salmonella Thyp. Dari berbagai sumber para ahli dan pakar peneliti cacing tanah berkomentar bahwa ada banyak sekali manfaat dan khasiat dari cacing tanah ini, diantara untuk menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya adalah:

Khusus untuk penyakit Thypus 
Caranaya : 
  • Rebus Air  dan cacing utuh Godog sampai airnya dari satu liter air menjadi setengahnya, dengan banyaknya cacing 1 ons cacing yang di Godog. Setelah dingin airnya diminumkan kepada si penderita Thypus 3X sehari (atau air godogan itu di bagi 3x minum) lakukan 1-7 Hari, Insya Alloh Penyakitnya akan segera di sembuhkan Allah SWT. amin
Selamat Mencoba.

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum /makan obat tradisional  bacalah Bismillah.

Tuesday, 14 May 2013

Tanaman Obat Tradisional, Manfaat Daun Krangkong


Obat Net : Tanaman Obat Tradisional, Manfaat Daun Krangkong
Pengobatan Lewat Internet

Kremi
berkhasiat sebagai obat sakit perut, untuk peluruh air seni, wasir dan rambut rontok.


Nama Ilmiah : Portulaca quadrifida L.

Nama Daerah

  • Jawa: Kremi
  • Gorontalo: Jalu-jalu bobudo

Klasifikasi

  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub divisi: Angiospermae
  • Kelas: Dicotyledoneae
  • Bangsa: Caryophyllales
  • Suku: Portufacaceae
  • Marga: Portulaca
  • Jenis: Portulaca quadrifida L.

Ciri-ciri

  • Habitus: Semak, menjalar, semusim, panjang ± 20 cm.
  • Batang: Bulat, beruas-ruas, gundul, ungu.
  • Daun: Tunggal, lonjong, berhadapan, panjang 3-10 cm, lebar 1,5-3,5 cm, tepi rata, ujung dan pangkal membulat, pertulangan menyirip, hijau keunguan.
  • Bunga: Tunggal, bulat, di ketiak daun, kelopak berlekatan, hijau, benang sari hijau kekuningan, putik bercabang, kepala putik bulat, hijau, mahkota bentuk corong, gundul, ujung membulat, berduri, panjang 3-6 cm, kuning.
  • Buah: Lonjong, hijau kekuningan.
  • Biji: Bentuk ginjal, coklat.
  • Akar: Tunggang, kuning pucat.
Kandungan Kimia
  • Herba kremi mengandung saponin dan tanin.


Khasiat

  • Daun kremi berkhasiat sebagai obat sakit perut, untuk peluruh air seni, wasir dan rambut rontok.
  • Untuk obat sakit perut dipakai + 7 gram daun segar kremi, dicuci, direbus dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.


Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum obat bacalah Bismillah.


Tuesday, 19 March 2013

Obat Alami Wasir dengan Daun Wungu (Graptophyllum pictum L. Griff)

Obat Net - Obat Alami Wasir dengan Daun Wungu (Graptophyllum pictum L. Griff)
Pengobatan Lewat Internet
 
Tanaman handeuleum (Sunda) atau juga Daun Wungu (Graptophyllum pictum L. Griff) ternyata bisa menjadi obat manjur untuk wasir. Senyawa flavonoid yang bersifat anti-inflamasi mampu mengurangi pembengkakan dan peradangan karena wasir. Bahkan wasir yang parah pun akan mendapat hasil maksimal jika minum ramuan daun wungu secara teratur.

Tanaman perdu ini, konon, asalnya dari wilayah Papua dan Polinesia, yang banyak tumbuh liar begitu saja. Permukaan daunnya berwarna ungu mengilat. Menanamnya juga mudah sekali, cukup dengan biji atau stek batang jika ingin lebih cepat. Ada beberapa varietas daun wungu yang dijadikan tanaman hias yang juga sering dijuluki Caricature Plant. Ada yang belang hijau putih, ungu bergaris putih dan ungu. Nah yang ungu inilah yang dijadikan obat.

Bagian tanaman Handeuleum yang biasa dijadikan obat adalah daun, kulit batang serta bunga. Daunnya kaya flavonoid, alkaloid non toksik, glikosid, steroid, saponin, tanin dan berlendir. Bagian batang mengandung kalsium oksalat, asam format dan lemak. Kandungan zat tersebut menyebabkan tanaman ini juga bersifat diuretik (peluruh kencing), mempercepat matang pada bisul, dan melancarkan BAB (laksatif) dan melembutkan kulit.

Karena sifat pencahar tergolong ringan inilah yang dianggap mampu mengatasi dan mencegah penyakit wasir dan sembelit alias konstipasi.

Penyebab wasir bisa karena faktor kegemukan,kehamilan atau keturunan. Wasir timbul karena terlalu keras mengejan dan menyebabkan penggelembungan pembuluh darah di anus. Rasa nyeri dan perdarahan akibat wasir juga bisa dikurangi dengan rajin minum rebusan daun wungu.

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum obat bacalah Bismillah.

Saturday, 16 June 2012

Manfaat Bawang Merah

Obat Net - Manfaat Bawang Merah
Pengobatan Lewat Internet
Khasiat bawang merah sejak lama telah diketahui oleh masyarakat.Bawang merah yang memiliki nama latin Allium cepa L adalah sejenis tanaman yang diguakan sebagai bmbu dalam berbagai jenis masakan Asia ataupun masakan Nusantara. Bawang merah atau yang lebih dikenal dengan nama brambang dalam bahasa jawa ini adalah sejenis tanaman yang hidup pada dataran rendah sampai dengan ketinggian 1500 m dpl. Bagian tanaman yang paling banyak dimanfaatkan adalah bagian umbinya. Bawang merah biasanya diolah dengan menghaluskanya kemudian mencampurnya kedalam masakan atau bisa juga dipotong kemudian digoreng.


Khasiat bawang merah sejak lama telah digunakan sebagai pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti untuk mengobati cacingan, wasir serta untuk menghilangkan mata ikan pada kaki, pengobatan sakit giigi dengan cara di gigit (kunyah), dan Masuk angin dengan cara menelan 3 Siung bawang merah mentah. Selain itu bawang merah juga biasanya digunakan untuk mengolesi tubuh bayi ketika masuk angin ataupun demam. Khasiat bawang merah telah banyak dibuktikan secara empiris, meskipun sebagian besar orang belum mengetahui kandungan dari bawang merah yang membuatnya mampu digunakan sebagai tanaman obat.

Khasiat Bawang Merah Untuk Kesehatan

Bawang merah ternyata bisa digunakan untuk mengobati berbagai penyakit kronis seperti diabetes militus, wasir, pembunuh bakteri dan anti radang, mencegah TBC dan menyembuhkan radang paru-paru. Khasiat bawang merahjuga telah dibuktikan melalui uji klinis maupu cek laboratorium mengenai kandungan yang dimiliki oleh bawang merah. Manfaat bawang merah yang selama ini dikenal hanya sebagai bumbu masakan ternyata memiliki manfaat lain yang luar biasa dalam bidang pengobatan. Bawang merah atau yang lebih dikenal degan brambang juga efektif untuk mengencerkan dahak yang menyebabkan batuk.

Kandungan Bawang Merah

Manfaat bawang merah yang sangat banyak bagi kesehatan ataupun pengobatan disebabkan karena bawang merah memiliki kandungan senyawa seperti Minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, dihidroaliin, flavonglikosida, kuersetin, saponin, peptide, fitohormon, vitamin, zat pati. Saponin adalah salah satu zat yang berfungsi untuk mengencerkan dahak ketika anda batuk. Sedangkan peptida berfungsi menurunkan kadar gula dalam darah. Kadungan minyak atsiri pada bawang merah berfungsi untuk melancarkan perderan darah dan berbagai manfaat lainya.

Semoga bermanfaat
PENTING..!!!
Hanyalah Alloh SWT yang menyembuhkan kita hanya berusaha, sebelum minum obat bacalah Bismillah.

Friday, 29 April 2011

Kangkung

Kangkung tak hanya lezat ditumis. Daun dan akar tanaman yang biasa ditemukan di rawa-rawa ini memiliki khasiat ampuh. Ia mampu mengurangi menstruasi, sakit bisul dan wasir. Bahkan bisa juga untuk keramas.

Kangkung termasuk jenis sayur yang sangat populer. Rasanya yang renyah membuat penikmat sayur ini sangat banyak. Dari restoran China, restoran sari laut, hingga warung-warung masakan rumahan sering kali tak pernah absen menyajikan tumis kangkung.

Kangkung (Ipomoea reptans) ini memiliki segudang manfaat. Tak hanya enak dijadikan lauk, kandungan mineral, dan gizinya cukup tinggi. Kangkung juga kaya serat, sehingga baik untuk mengatasi sembelit. Sayuran memiliki manfaat yang efektif pada tubuh apabila teknik pengolahannya tepat. Untuk kangkung, perlakuannya khusus sebab ia mudah berubah warna dan vitaminnya mudah rusak ketika berada terlalu lama di dalam air. Kangkung yang juga dikenal water convovulus atau water spinach atau swamp-cabbage, punya khasiat sebagai obat penenang, pendarahan, dan insomnia.

Ada dua varietas kangkung, yakni kangkung darat (Ipomea reptans) yang sering disebut kangkung cina, dan kangkung air (Ipomea aquatica) yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Yang lazim diolah dalam masakan umumnya kangkung darat karena citarasanya lebih nikmat dan daunnya lebih lembut. Kangkung darat berbunga putih bersih dengan batang putih kehijauan, sementara daun dan batangnya lebih kecil dibandingkan kangkung air. Kangkung air berbunga putih kemerahan dengan batang berwarna hijau.

Seorang pakar kesehatan dari Filipina, Herminia de Guzman Ladion, memasukkan kangkung dalam kelompok 'Tanaman Penyembuh Ajaib'. Selain menyembuhkan penyakit seperti sembelit karena kandungan seratnya yang tinggi terutama pada bagian batang, kangkung juga bermanfaat mengatasi masalah seperti sulit tidur, mimisan, dan keracunan makanan.

Pada prinsipnya setiap orang boleh mengonsumsi kangkung namun dalam porsi yang wajar. Untuk setiap kali makan sekitar 100 gram. Nilai nutrisi setiap 100 gram kangkung yang direbus tanpa garam mengandung air 91,2 gr, energi 28 kkal, protein 1,9 gr, lemak 0,4 gr, karbohidrat 5,63 gr, serat 2 gr, dan ampas 0,87 gr. Kangkung juga kaya vitamin A, B, C, mineral, asam amino, kalsium, fosfor, karoten, dan zat besi. Karena berbagai kandungan itu kangkung memiliki sifat antiracun, peluruh, perdarahan, diuretik (pelancar kencing), antiradang, dan sedatif (penenang/obat tidur). Sebab itu, tidak heran bila kita mudah mengantuk setelah makan banyak dengan menu kangkung. Sifat-sifatnya inilah yang membuat kangkung memiliki khasiat antara lain mengurangi haid yang terlalu banyak, mengatasi keracunan makanan, kencing darah, anyang-anyangan (kencing sedikit-sedikit dan rasanya nyeri), menghilangkan ketombe, dan wasir berdarah. Sebagai obat luar, kangkung bisa digunakan untuk mengobati bisul, kapalan, dan radang kulit bernanah.

Kandungan kangkung yang bermanfaat membuat tanaman ini berfungsi sebagai obat tradisional. Berikut cara memudah memanfaatkan khasiat kangkung.

1. Ketombe.
Ambil daun kangkung secukupnya, rendam dalam air semalaman hingga airnya tampak kebiruan. Air inilah yang digunakan untuk keramas.

2. Mimisan.
Ambil seikat kecil daun kangkung segar, cuci bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan sedikit gula, lalu seduh dengan air panas. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari.

3. Sakit gigi.
Ambil segenggam akar kangkung, lalu tambahkan setengah sendok teh cuka dan rebus dengan segelas air. Setelah dingin, saring dan gunakan airnya untuk berkumur.

4. Sariawan.
Cuci daun kangkung secukupnya, lumatkan, dan tambahkan segelas air plus sedikit garam. Peras dan saring, lalu pakailah air perasan untuk berkumur.

5. Pusing-pusing sebelah.
Tumbuk segenggam daun kangkung hingga halus. Tambahkan air secukupnya ditambah sedikit garam, lalu disaring. Tambahkan madu. Minum satu kali sehari sekaligus.

6. Ambeien.
Ambil 3 genggam akar kangkung, cuci, lalu rebus dengan tiga gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

Atau untuk herba yang praktis dan siap minum, Herba Ficus yang salah satu komposisinya mengandung kangkung darat dapat menjadi alternatif terbaik untuk menyembuhkan wasir atau ambeien.

7. Cacar air.
Cuci bersih setengah genggam akar kangkung, rebus dengan dua gelas air hingga menjadi tiga perempat. Setelah dingin, saring lalu minum dua kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

8. Frambusia (patek).
Cuci bersih tiga perempat genggam akar kangung, lalu rebus dengan tiga gelas air, biarkan mendidih hingga tinggal tiga perempat bagian. Setelah dingin, saring dan minum 3 kali sehari sebanyak tiga perempat gelas.

9. Bisul.
Cuci 20 lembar daun kangkung, lalu giling halus. Beri air garam secukupnya, kompreskan pada bisul, lalu balut. Lakukan dua kali sehari.

10. Sembelit.
Cuci bersih setengah genggam daun kangkung segar, lalu kukus. Bisa juga langsung dimakan sebagai lalapan. Lakukan dua kali sehari.

Atau konsumsi secara teratur herba Pelawas untuk mencegah dan mengobati sembelit. Herba Pelawas memang menggunakan Ipomea reptans atau kangkung darat yang sangat tinggi serat sebagai penyusun utamanya.

11. Susah tidur.
Sediakan satu genggam batang dan daun kangkung, lalu tumis. Makan tumis bersama-sama nasi. Lakukan dua hari sekali.

12. Melancarkan air seni.
Siapkan segenggam akar kangkung, cuci bersih, dan rebus dalam dua gelas air hingga tinggal separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum sekali dalam sehari.

13. Uraf saraf lemah (neurasthenia).
Siapkan sepertiga genggam daun kangkung, seperempat genggam batang kangkung, dan seperempat akar kangkung. Setelah dicuci, tumbuk hingga halus. Tambahkan setengah cangkir air matang dan satu sendok makan madu. Kemudian peras dan saring. Minum tiga kali sehari.

14. Mengurangi haid.
Ambil sekira 50 gram daun kangkung segar, beri sedikit air. Lalu, tumbuk dan saring. Tambahkan satu sendok makan madu. Minum sehari sekali dan ulangi selama enam hari berturut-turut sampai sembuh.

Wednesday, 27 April 2011

Pegagan (Centella asiatica)

Nama lain:
Pegaga (Aceh/Makasar); Daun kaki kuda (Melayu); Ampagaga (batak); Antanan rambat, Antanan gede (Sunda); Gagan-gagan, Rendeng, Kerok batok (Jawa); Taidah (Bali); Sandanan (Irian); Kos tekosan (Madura), Kori-kori (Halmahera);
Pegagan merupakan tanaman liar yang banyak tumbuh di perkebunan, ladang, tepi jalan, pinggir selokan, serta pematang sawah. Tumbuhan yang terkadang dianggap tanaman pengganggu ini menyukai tanah yang agak lembab dan cukup mendapat sinar matahari atau teduh. Kadang-kadang pegagan ditanam sebagai penutup tanah di perkebunan atau sebagai tanaman sayuran/lalapan (di Jawa Barat). 
Tanaman ini berasal dari daerah tropis Asia, banyak terdapat di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, India, Republik Rakyat Cina, Jepang dan Australia kemudian menyebar ke berbagai negara-negara lain. Nama yang biasa dikenal untuk tanaman ini selain pegagan adalah daun kaki kuda dan antanan.
Pegagan merupakan tanaman herba tahunan yang tumbuh menjalar dan berbunga sepanjang tahun. Tanaman ini akan tumbuh subur bila tanah dan lingkungannya sesuai, dan terdapat sampai ketinggian 2.500 m di atas permukaan laut. Pegagan merupakan tumbuhan tanpa batang, tetapi memiliki rimpang pendek dan stolon-stolon yang merayap dengan panjang 10 hingga 80 cm. Akar keluar dari setiap bonggol dan banyak bercabang yang membentuk tumbuhan baru. Helai daun tunggal, tangkainya panjang sekitar 5 sampai 15 cm berbentuk ginjal. Tepinya bergerigi dengan penampang 1 hingga 7 cm tersusun dalam roset yang terdiri atas 2 sampai 10 helai daun, kadang-kadang agak berambut. Bunganya berwarna putih atau merah muda, tersusun dalam karangan berupa payung, tunggal atau 3-5 bersama-sama keluar dari ketiak daun. Panjang tangkai bunga berkisar 5 hingga 50 mm. Buahnya kecil bergantung yang bentuknya lonjong/pipih panjang 2 sampai 2,5 mm, baunya wangi dan rasanya pahit. 
Sejak zaman dahulu, pegagan telah digunakan untuk obat kulit, gangguan saraf dan memperbaiki peredaran darah. Pegagan memiliki kandungan asiaticoside, thankuniside, isothankuniside, madecassoside, brahmoside, brahmic acid, brahminoside, madasiatic acid, meso-inositol, centelloside, carotenoids, hydrocotylin, vellarine, tanin serta garam mineral seperti kalium, natrium, magnesium, kalsium dan besi. Senyawa glikosida triterpenoida yang disebut asiaticoside berkhasiat sebagai antilepra dan penyembuh luka yang sangat luar biasa. Zat vellarine yang ada memberikan rasa pahit.
Manfaat Pegagan
  1. Infectious hepatitis, campak (measles).
  2. Demam, bronchitis, sakit tenggorokan, radang amandel (tonsillitis).
  3. Infeksi dan batu sistem saluran kencing.
  4. Keracunan Gelsemium elegans, arsenic.
  5. Muntah darah, batuk darah, mimisan.
  6. Mata merah, wasir.
  7. Sakit perut, cacingan, menambah nafsu makan.
  8. Lepra.

Pemakaian secara umum: 15 - 30 gram pegagan segar, direbus, minum ; atau dilumatkan, peras, minum airnya.

Pemakaian luar: Dilumatkan, ditempel ke bagian yang sakit. Digunakan untuk: Gigitan ular, bisul, luka berdarah, penyakit kulit.

Cara Pemakaian spesifik   :
1. Kencing keruh (akibat infeksi/batu sistem saluran kencing):
    30 gram pegagan segar direbus dengan air cucian beras dari bilasan
    kedua.

2. Susah kencing: 30 gram pegagan segar dilumatkan, tempel di pusar.

3. Demam:
    Segenggam daun pegagan segar ditumbuk, kemudian ditambah
    sedikit air dan garam, saring. Diminum pagi-pagi sebelum makan.

4. Darah tinggi:
    20 lembar daun pegagan ditambah 3 gelas air, direbus sampai
    menjadi 3/4-nya.  Sehari diminum  3 x 3/4 gelas.

5. Wasir:
    4-5 batang pegagan berikut akar-akarnya direbus dengan 2 gelas air
    selama ± 5 menit.  Minum rebusan ini selama beberapa hari.

6. Pembengkakan hati (liver) :
    240 gram - 600 gram pegagan segar direbus, minum secara rutin.

7. Campak:  60 -120 gram pegagan direbus, minum

8. Bisul :
    30 gram - 60 gram pegagan segar direbus, diminum. Pegagan segar
    dicuci bersih, dilumatkan ditempelkan ke yang sakit.

9. Mata merah, bengkak :
    Pegagan segar dicuci bersih, dilumatkan, diperas, airnya disaring.
    Teteskan ke mata yang sakit 3 - 4 kali sehari.

10. Batuk darah, muntah darah, mimisan  : 
     60 - 90 gram pegagan segar direbus, atau diperas, airnya diminum.

11. Batuk kering :
     segenggam penuh pegagan segar dilumatkan, peras. Ditambah air
     dan gula batu secukupnya. Minum.

12. Lepra  :
     3/4 genggam pegagan dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air,
     sampai menjadi 3/4 -nya. Saring, diminum setelah dingin, sehari 3 x
     3/4 gelas.

13. Penambah nafsu makan  :
     1 genggam daun pegagan segar direbus dengan 2 gelas air sampai
     menjadi 1 gelas.  Minum sehari 1 gelas.

14. Teh daun pegagan segar berkhasiat :
     Pembangkit nafsu makan, menyegarkan badan, menenangkan,
     menurunkan panas, batuk kering, mengeluarkan cacing di perut,
     mimisan.

15. Lalaban pegagan segar berkhasiat untuk:
     Membersihkan darah, terutama pada bisul, tukak berdarah.
     Memperbanyak empedu, sehingga memperbaiki gangguan
     pencernaan.