Sunday, 20 March 2011

Bambu Kuning

clip_image002


Botani
 
Klasitikasi
 
Divisi
Spermatophyta
Sub divisi
Angiospermae
Kelas Bangsa
Monocotyledonae Poales
Suku
Gramineae
MargaJenis Nama
Bambusa Bambusa vulgaris Schrad.
umum/dagang Nama
Bambu kuning
daerah
 
Sumatera
Trieng gading (Aceh) Huo adulo (Nias) Bambu
kuning (Minangkabau) Bambu kuning (Melayu)
Jawa
Awi ampel (Sunda) Pereng ampef (Madura)
Ball Nusa Tenggara
Tieng ampel (Bali)Tereng dendeng (Sasak)
Sulawesi
Taaki (Minahasa) Gading (Makasar) Awo logading
(Bugis)
Maluku
Domar (Ambon) Aulote (Halmahera) Ampel kuning
(Ternate)
Deskripsi
Habitus
Pohon, tahunan, tinggi 5-10 m.
Batang
Berkayu, bulat, berlubang, beruas-ruas, kuning,
bergaris hijau rnembujur.
Daun
Tunggal, berseting, berpelepah, lanset, ujung
rneruncing, tepi rata, pangkal membulat, panjang
15-27 cm, lebar 2-3 cm, pertulangan sejajar, hijau.
Bunga
Majemuk, bentuk malai, di batang, ungu
Akar
kehitaman. Serabut, putih kotor.
Khasiat
 
Rebung Bambusa vulgaris Berkhasiat sebagai obat sakit kuning dan obat bengkak. Untuk obat sakit kuning dipakai ± 300 gram rebung Bambusa vulgaris,dicuci, diparut, diberi madu 3 sendok makan, diaduk sarnpai rata diperasdan disaring. Hasil saringan diminum sehari dua kali sama banyak pagi dan sore.
Kandungan kimia
Rebung Bambusa vulgaris mengandung saponin dan (iavonoida.


Sumber

Putri malu (Mimosa pudica L.)

Putri Malu
Putri malu (Mimosa pudica L.) banyak kita jumpai di rumput-rumput liar dan juga merupakan salah satu tumbuhan liar. Bagi yang masih belum tau putri malu, tanaman ini memiliki bentuk daun kecil-kecil tersusun majemuk, bentuk lonjong dengan ujung lancip, warna hijau (ada yang warna kemerah-merahan), memiliki duri di batangnya. Tanaman ini kadang berbunga juga, bentuk bunganya bulat seperti bola, warna merah muda, bertangkai. Ciri khas tumbuhan ini adalah tumbuhan ini sensitif sekali dengan sentuhan sehingga daunnya akan mengatup begitu disentuh dan tumbuhan ini
Walaupun banyak orang tau dan pernah lihat tanaman putri malu ini akan tetapi tidak banyak yang tau kalau ternyata putri malu ini berkhasiat sekali baik secara medis maupun empiris. Putri malu bisa mencegah dan mengobati beberapa penyakit. Hampir semua bagian dari putri malu ini berkhasiat, dari daun, akar, sampai ke seluruh tanaman, baik masih segar atau dikeringkan.
Beberapa khasiat putri malu antara lain:
Susah Tidur (Insomnia)
Bagi orang yang menderita susah tidur, bisa mencoba untuk merebus sebanyak 30-60 gram daun putri malu dan diminum airnya. Atau rasanya mungkin akan lebih enak kalau mencampur 15 gram daun putri malu dengan 15 gram daun sawi langit (vemonia cinerea) dan 30 gram daun calincing lalu direbus dan airnya kemudian diminum.
Bronchitis Kronik
Penyakit Bronchitis adalah merupakan salah satu penyakit paru-paru. Bagi yang punya penyakit, bisa merebus 60 gram akar putri malu dengan sebanyak 600 cc air, direbus dengan api kecil sehingga menjadi 200 cc. Lalu airnya dibagi untuk dua kali minum.
Mimosa pudica 30 gram, Akar peristrophe roxburghiana 10 gram, keduanya direbus, dibagi menjadi 2 dosis/hari.
Hepatitis
Putri malu ini mengandung tanin, mimosin, dan asam pipekolinat dan berkhasiat untuk mencegah dan mengobati hepatitis. Caranya dengan merebus putri malu sebanyak 10 gram dengan air 200 cc sampai mendidih selama 15 menit. Hasil rebusan diminum rutin. Khasiat lain ternyata putri malu secara empiris dapat mengatasi insomnia, batuk bronkitis, dan rematik.
Batuk berdahak
Tanaman ini juga berkhasiat untuk yang sedang batuk apalagi yang banyak dahaknya. Caranya rebus akar putri malu sebanyak 10-15 gram lalu airnya diminum.
Rematik
15 gram akar Mimosa pudica direndam dalam arak putih 500 cc selama 2 minggu. Kemudian ditempelkan di tempat yang sakit.
Lain-lain
Selain khasiatnya diatas, putri malu juga berkhasiat untuk mengatasi penyakit lainnya. Akar dan bijinya berkhasiat untuk merangsang muntah. Bahkan para ahli pengobatan Cina dan juga penelitian AS serta Indonesia mengindikasikan bahwa tanaman putri malu bisa mengobati berbagai macam penyakit antara lain radang mata akut, kencing batu, panas tinggi pada anak-anak, dan herpes. Hal ini dikarenakan putri malu mengandung sifat kimiawi dan efek farmakologis manis, astringen, agak dingin. Penenang (tranquiliser), sedative, peluruh dahak (expectorant), anti batuk (antitusive), penurun panas (antipiretic), anti radang (anti-inflammatory), peluruh air seni (diuretic).
Peringatan
Tapi harus diperhatikan juga kalau tanaman ini BERBAHAYA bagi Ibu hamil. Jadi Bagi ibu hamil, TIDAK BOLEH MENGKONSUMSI tanaman ini karena bisa mengakibatkan kematian pada janin. Juga harus diperhatikan bahwa penggunaan akar putri malu dalam dosis yang tinggi bisa MENYEBABKAN KERACUNAN DAN MUNTAH-MUNTAH.

Khasiat Tanaman Indonesia (seri III)

Dunia tengah menoleh ke Herbal. Negara-negara maju melirik herbal untuk pengobatan beragam penyakit. Konsumsi obat tradisional di China mencapai 50% dari total konsumsi di bidang kesehatan. Bayangkan 80% penduduk benua Afrika menggunakan obat tradisional untuk menjaga kesehatan. Malaria yang endemic Afrika terutama di Ghana, Mali, Nigeria, dan Zambia, juga diobati dengan ramuan tradisional.

Di benua biru Eropa dan Afrika selatan, 75% penderita HIV/AIDS memanfaatkan obat tradisional untuk meningkatkan kesehatan mereka. Singkat kata Negara-negara di berbagai belahan dunia kini bersandar pada herbal. Bagaimana dengan Indonesia?? Herbal bukan baru dikenal abad ini. Sejak belasan abad lampau nenek moyang kita telah menggunakan beragam herbal untuk menjaga kesehatan.
Mari menengok candi Borobudur. Disana terdapat relief yang menggambarkan pemanfaatan herbal. Serat chentini yang ditulis pada abad ke-6 juga mengungkap khasiat herbal. Itu artinya herbal digunakan mastyarakat secara turun temurun alias lintas generasi sehingga relatif aman. Keamanan itu ditunjang dengan sumber bahan baku yang melimpah. Sebagai Negara megabiodiversitas, kita mempunyai 30.000 spesies tumbuhan, lebih dari 940 diantaranya berkhasiat obat.


Dalam blog ini berikut diulas khasiat tanaman obat Indonesia seri III yang sudah didahului dengan seri I dan seri II, bukan hanya sekedar mengulas jenis-jenis tumbuhan obat, tetapi juga dilengkapi dengan senyawa aktif yang berperan dalam penyembuhan sekaligus mekanisme proses penyembuhan suatu penyakit. Senyawa aktif dan proses penyembuhan itu terungkap melalui uji ilmiah baik in vivo maupun in vitro. Dengan demikian konsumen herbal semakin yakin akan khasiat tanaman obat itu.

Kunyit
Nama
Local
Kunyit, kunir, koneng, koneng temen, temu kuning, konye (jawa), kunit, janar henda, kunyit , cahang, dio,kalesiau (Kalimantan), kakunye, kunyet, kuning, hunik, odil,ondil, kondin, under, kunyit,jiten (Sumatra) uinida, kuni, hamu, alawahu, kolalahu, pagidon, uni, kunyi, unyik, nuyik (Sulawesi).

Latin
Curcuma longa.
Asing
Turmeric (Inggris)

Kegunaan
Digunakan sebagai penyedap dan pewarna kuning dalam makanan. Kurkumin banyak digunakan sebagai penguat rasa pada industry makanan
Bagian yang digunakan untuk herbal
Rimpang
Efek herbal
Menjaga stamina, hepatoprotektor, diuretic, antioksidan, antiradang, immunomodulator, dan anti kanker.
Empiris
Rimpang kulit digunakan untuk menurunkan tekanan darah, obat malaria, obat cacing, obat sakit perut, memperbanyak ASI, stimulant, mengobati keseleo, memar dan rematik. Rimpang bersifat antiinflamasi, antihiperkolesterolemia, antioksidan, antiproliferatif, dan antitumor. Selain itu, juga bias digunakan untuk meredakan batuk dan antikejhang. Pemberian kunyit bersama obat atau bahan lain juga menimbulkan interaksi tertentu. Kunyit meningkatkan aktivitas obat antikoagulan atau mengurangi penggumpalan sehingga dapat menyebabkan meningkatnya resiko pendarahan.
Senyawa aktif
Minyak asiri (3-5%) terdiri dari alpha dan beta tumerone yang menyebabkan bau khas pada kunyit, aril-tumeron, artumerone, alpha dan beta atlantone, kurlon kurkumol, zingiberen, bisabolen, seskuifellanderen, aril kurkumen, humulen. Selain minyak asiri ada kelompok senyawa kurkuminoid (3-5%) terdiri dari kurkumin, dimetoksi kurkumin, desmetoksikurkumin, bisdemetoksi kurkumin, dihidrokurkumin, natrium kurkuminat (NaC), Diasetil kurkumin (DAC), trietil kurkumin (TEC), tetra hidro kurkumin (THC), Asam ferulat(FA). Lalu ada arabinosa, fruktosa, glukosa, pati, tanin, dammar. Golongan mineral dalam kunyit adalah magnesium besi, mangan, kalsium, natrium, kalium, timbale, seng kobalt, alumunium dan bismuth.

Bukti ilmiah
Antikanker
Aktivitas anti kanker kurkumin telah banyak diteliti secara in vitro dan in vivo. Kurkumin merupakan turunan diferuloilmetana dan diketahui memiliki aktivitas anti tumor. Aktivitas ini dikaitkan dengan kemampuannya sebagai penghambat CO, perangsang apoptosis maupun cell cycle arrest dengan mempengaruhi produk gen penekan tumor maupun onkogen. Kurkumin menginhibisi profilerasi dan pertumbuhan sel melalui induksi fase S dan fase G2/M dari cell cycle arrest. Pada dosis rendah kurkumin menginduksi fase G2/M cell cycle arrest. Pada dosis tinggi kurkumin meningkatkan G2/M cell cycle arrest. Selain itu, kurkumin juga bekerja sebagai antioksidan, penghambat karsinogenesis, penghambat profilerasi sel, antiestrogen, dan antiangiogenesis.
Antiangiogenesis merupakan mekanisme penting dalam pengobatan kanker. Angiogenesis adalah pertumbuhan pembuluh darah baru. Ini diperlukan oleh sel tumor sebagai saluran penyedia nutrient, oksigen dan sirkulasi kotoran agar dapat terus tumbuh dan menyebar. Kurkumin menahan kanker dengan antiangiogenesis alias menghambat laju penambahan pembuluh darah baru.
Bagaimana cara kurkumin bekerja? Belum ada penjelasan pasti tentang hal ini, namun dugaan kuat kurkumin dapat berikatan dengan enzim aminopeptidase N (APN) dan menghambat aktifitas enzimatik. Aminopeptidase N adalah enzim yang terdapat pada jaringan membrane. Enzim ini bertanggung jawab terhadap proses pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) dan pertumbuhan sel tumor. APN bias membongkar protein pada permukaan sel/jaringan tubuh. Pada saat inilah sel kanker bisa masuk dan menggantikan kedudukan sel normal sehingga terjadi pertumbuhan tak terkendali. Dugaan sementara ikatan tak jenuh (ikatan rangkap), alfa beta disekitar gugus keton pada kurkumin membentuk ikatan kovalen dengan dua nukleofil asam amino yang terdapat pada stus aktif APN dan mampu menghambat aktifitasnya secara tak dapat balik (irreversible).

Antibakteri
Diantara tanaman anggota family Zingiberaceae, kunyit terbukti mengandung zat kurkumin paling tinggi. Kurkumin, pigmen kuning dalam umbi kunyit terbukti memiliki berbagai aktivitas formokologi penting: antioksidan, antiinflamasi, anti-HIV, antiparasit, dan berpotensi sebagai antikanker. Termasuk parasit adalah hewan dari golongan Nemathelmintes (cacing). Kurkumin menunjukan aksi penghambatan karsinogenik pada kulit, usus, dan lambung.
Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah koloni bakteri E. coli cenderung menurun dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak rimpang kunyit. Makin tinggi ekstrak makin tinggi kandungan kurkumin di dalamnya. Walaupun belum diketahui bagaimana mekanisme kerjanya, tetapi bisa diambil kesimpulan, bahwa kurkumin, Kristal yang mudah larut dalam alcohol dan air panas itu mempunyai kekuatan anti bakteri.

Antikembung, antidiare
Kurkumin dalam rimpang kunyit juga bekerja sebagai anti bakteri, mematikan kuman dan menghilangkan rasa kembung. Kurkumin merangsang kerja dinding empedu untuk mengeluarkan lebih banyak cairan pemecah lemak. Minyak asiri dalam kunyit juga berfaedah mengurangi gerakan usus sehingga kunyit juga berlaku sebagai antidiare.

Antiinflamasi (mengurangi pembengkakan)
Trietil kurkumin (TEC) dikenal sebagai senyawa yang memiliki aktifitas antiinflamasi paling aktif dibandingkan senyawa lainya. Ia bekerja dengan cara menghambat mekanisme dan metabolism asam arakhidonat. Asam arakhidonat adalah suatu jenis asam lemak yang merupakan prekusor dalam biosintesis leukotriene, prostaglandin, dan thromboxane. Adanya senyawa kurkumin menghambat sintesis prostaglandin-2. Dengan demikian mekanisme kurkumin sebagai antiinflamasi adalah dengan menghambat fase lipooksigenase dan siklooksigenase.

Buah Mahkota Dewa

Setelah mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Dunia tanaman obat kini kedatangan “pendatang baru” yang lumayan hebat. Mahkota dewa namanya.

Ia bisa membuat penderita penyakit ringan macam gatal-gatal, pegal-pegal, atau flu, hingga penyakit berat seperti kanker dan diabetes, merasakan kesembuhan.

Mengetahui khasiat tumbuhan satu ini, mungkin Anda segera berminat menanamnya. Betapa tidak. Tanaman ini ternyata punya khasiat luar biasa. Ia bisa menyembuhkan gangguan kesehatan dari yang ecek-ecek hingga yang nyaris tak ada harapan sembuh. Kalau cuma pegal-pegal, sehari dua hari bakal hilang.

Flu?

Wah, itu tugas yang juga bisa dibereskan dalam sehari dua hari. Diabetes pun bakal takluk dalam beberapa bulan.

Bagaimana dengan kanker?

Meski butuh waktu bulanan, tanaman ini pun sanggup melawannya sampai titik darah penghabisan. Paling tidak itu berdasarkan pengalaman empiris banyak orang, termasuk yang merasa sembuh dari penyakit pada organ hati atau jantung, hipertensi, rematik, serta asam urat.

Untuk mengolahnya jadi obat pun sangat gampang. Cuma dengan menyeduh “teh racik” terbuat dari kulit dan daging buah, cangkang buah, atau daunnya, bahan obat alami ini pun siap dipakai. Kalau enggak menghendaki rasa pahitnya, kita bisa sedikit bersusah payah mengolahnya menjadi ramuan instan. Rasanya ditanggung lebih sedap tanpa mengurangi khasiat.

Itulah mahkota dewa (Phaleria macrocarpa). Tanaman yang kabarnya berasal dari daratan Papua ini di Jawa Tengah dan Yogyakarta dijuluki makuto dewo, makuto rojo, atau makuto ratu. Orang Banten menyebutnya raja obat, karena khasiatnya bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Sementara, orang-orang dari etnik Cina menamainya pau yang artinya obat pusaka.

Dari alergi hingga kanker

Sebagian orang mungkin pernah sekadar melihatnya, sebagian lagi mendengar namanya pun tidak pernah. Wajar bila selama ini sangat sedikit orang tahu mahkota dewa. Apalagi khasiatnya. Bahkan, di banyak lembaga penelitian yang menangani tumbuhan berkhasiat obat belum ditemukan hasil penelitiannya.

Sampai saat ini, setidaknya baru dr. Regina Sumastuti dari Jurusan Farmakologi, Universitas Gadjah Mada yang telah menelitinya. Itu pun masih terbatas pada pengujian terhadap efek antihistamin atau antialergi.

Padahal, kalangan keraton Solo dan Yogyakarta telah lama mengenalnya dan memanfaatkannya sebagai tanaman obat. Beruntung, lama-lama manfaat luar biasa ini bocor ke kalangan awam.

Sekarang, tanaman ini seakan turun dari langit sebagai “dewa penyelamat” orang sakit. Berbagai kesaksian dikemukakan mereka yang telah merasakan khasiatnya. Dalam buku Mahkota Dewa Obat Pusaka Para Dewa karya Ning Harmanto, ketua Kerukunan Wanita Tani Bunga Lily, yang menekuni pengobatan dengan mahkota dewa, ada 26 orang yang mengakui keampuhannya atau ditulis berhasil sembuh dari sakitnya berkat mahkota dewa.

Di antara mereka adalah Tuti Ariestyani Winata, yang setelah menjalani operasi pengangkatan kista di rahim, mengalami kemunduran kondisi tubuh. Badannya kurus, perutnya membuncit seperti sedang hamil tua, jari-jari kakinya menggemuk, tekanan darahnya naik-turun, dan Hb-nya sangat rendah.

Beberapa dokter yang dikunjunginya memberikan diagnosis berbeda. Ada yang mendiagnosisnya menderita kanker hati, sirosis hati, dan ada pula yang menyatakan dia menderita hepatitis kronis. Tak kunjung memperoleh kepastian penyakit yang dideritanya, atas saran Ning, Tuti akhirnya mengonsumsi air rebusan daging buah mahkota dewa. Setelah enam bulan, Tuti merasa sembuh dan kondisi tubuhnya membaik kembali.

Selain Tuti, Diana yang berdomisili di Bekasi menyatakan berhasil sembuh dari penyakit kanker di payudara kanannya setelah menjalani operasi dua kali lagi untuk membersihkan kanker di payudara kirinya.

Anna Winata di Bogor dan Retno di Bekasi juga merasakan sehat kembali dari sakit kanker rahim berkat mahkota dewa. Ny. Parlan di Balikpapan pun berhasil menormalkan kadar gula darahnya berkat tumbuhan obat ini.

Masih banyak lagi contoh keberhasilan yang lain. Sayangnya, yang tidak berhasil tidak pernah terungkap, sehingga tidak bisa diketahui penyakit apa yang tidak mampu dilawan tanaman berbuah merah menyala ini.

Selama ini daun dan buah mahkota dewa dimanfaatkan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa, sebagai obat penyakit kulit, gatal-gatal, dan eksim. Penyakit tersebut ditandai dengan gejala gatal-gatal, pertanda adanya alergi terhadap agen tertentu yang mendorong sel-sel tubuh mengeluarkan histamin.

Soal kemampuan melawan penyakit kulit ini Sumastuti sudah membuktikannya. Dari penelitian secara in vitro menggunakan usus halus marmot, diketahui, memang benar daun dan buah mahkota dewa mempunyai efek antihistamin. Artinya, tanaman tersebut secara ilmiah bisa dipertanggungjawabkan penggunaannya sebagai obat gatal-gatal akibat gigitan serangga atau ulat bulu, eksim, dan penyakit lain akibat alergi.

Penelitian lain masih kita tunggu untuk membuktikan khasiat luar biasa seperti yang dirasakan beberapa orang di atas. Namun, cerita dari mulut ke mulut rupanya sudah membuat orang, terutama yang sakit berat dan umumnya hampir putus harapan, percaya. Maka, orang pun mulai beramai-ramai mencari bagian berkhasiat mahkota dewa.

Tak sedikit yang mencoba menanamnya di pekarangan rumah. Bahkan, ada yang melihat “wabah” ini sebagai peluang usaha untuk membudidayakan dan mengolahnya menjadi produk ramuan obat tradisional atau jamu dengan berbagai bentuk.

Dijadikan “teh”

Menanam mahkota dewa memang bukan perkara sulit. Tumbuhan, yang bisa hidup baik pada ketinggian 10 - 1.000 m dpl., ini bisa ditanam dari biji atau hasil cangkokan.

Meski penanamannya bisa di dalam pot atau langsung di tanah, pertumbuhannya akan lebih baik bila ditanam di tanah. Tanaman dari biji biasanya sudah berbuah pada umur 10 - 12 bulan. Yang berasal dari cangkokan, mestinya berbuah lebih cepat.

Buah inilah bagian yang paling banyak digunakan sebagai obat alami, di samping daun dan batang. Dari ketiga bagiannya, yakni kulit dan daging buah, cangkang (batok biji), serta biji, yang dimanfaatkan umumnya kulit dan daging buah serta cangkangnya. Buah muda berwarna hijau dan yang tua berwarna merah cerah.

“Khasiat buah muda dan tua sama saja,” jelas Ning. Sayang, senyawa apa yang terkandung dalam bagian-bagian buah, masih belum terungkap secara detil. Cuma, Hutapea dkk. (1999), seperti dikutip Sumastuti, menyatakan, dalam daun dan kulit buah makuto dewo terkandung senyawa saponin dan flavonoid, yang masing-masing memiliki efek antialergi dan antihistamin.

Ning menulis, dalam keadaan segar, kulit dan daging buah muda mahkota dewa terasa sepet-sepet pahit. Sedangkan yang sudah tua sepet-sepet agak manis. Jika dimakan segar akan menimbulkan bengkak di mulut, sariawan, mabuk, bahkan keracunan. Apa penyebabnya, belum diketahui dengan pasti. Karenanya, tidak dianjurkan untuk mengonsumsinya dalam keadaan segar.

Cangkangnya memiliki rasa sepet-sepet pahit, lebih pahit dari kulit dan daging buah. Bagian ini juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi langsung karena dapat mengakibatkan mabuk, pusing, bahkan pingsan. Namun, setelah diolah, bagian ini lebih mujarab ketimbang kulit dan daging buah. Ia dapat mengobati penyakit berat macam kanker payudara, kanker rahim, sakit paru-paru, dan sirosis hati.

Ada alasan mengapa biji mahkota dewa tidak dikonsumsi. “Bijinya sangat beracun. Kalau mengunyahnya, kita bisa muntah-muntah dan lidah mati rasa,” tambah Ning. Karenanya, bagian ini cuma digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit.

Sudah tentu untuk menjadikan daging buah atau cangkangnya sebagai obat, perlu pengolahan terlebih dulu. Bisa dijadikan buah kering, teh racik, atau ramuan instan. Namun, yang sering dilakukan adalah dengan menjadikannya teh racik dan ramuan instan.

Bagian lain yang bisa dijadikan obat adalah batang dan daun. Menurut Ning dalam bukunya, batang mahkota dewa secara empiris bisa mengobati kanker tulang. Sedangkan daunnya bisa menyembuhkan lemah syahwat, disentri, alergi, dan tumor. Cara memanfaatkan daun adalah dengan merebus dan meminum airnya.

Jangan kaget. Begitu minum ramuan mahkota dewa, kita segera merasakan serangan kantuk. Efek ini normal. Efek lainnya adalah mabuk. Untuk menghilangkan efek ini dianjurkan untuk minum air lebih banyak. Untuk konsumsi selanjutnya, takaran mahkota dewa perlu dikurangi. Jika masih tetap mabuk, sebaiknya untuk sementara hentikan dulu. Di samping efek buruk tadi ternyata masih ada efek “baik”-nya. “Psst ... kadang-kadang kaum pria ada yang libidonya meningkat,” bisik Ning.

Menurut Ning, dalam proses menyembuhkan penyakit dalam atau penyakit serius macam kanker rahim, setelah pasien mengonsumsi seduhan mahkota dewa badannya bisa merasakan panas-dingin, bahkan kadang kala mengeluarkan gumpalan darah berbau busuk. “Ini merupakan proses pembersihan penyakit,” tulis Ning.

Penggunaannya bisa dalam bentuk ramuan tunggal bisa pula ramuan campuran. “Pencampuran dengan tumbuhan obat lain dimaksudkan untuk memperkuat khasiatnya dan menetralisir racun. Juga untuk mengurangi rasa tidak enaknya,” tutur Ning, yang mengaku sering melayani “resep” yang ditulis beberapa dokter.

Upaya penyembuhan menggunakan ramuan mahkota dewa, menurut Ning, tidak bisa cepat membuahkan hasil. Pengobatannya perlu dilakukan beberapa kali. Bahkan untuk penyakit berat yang kronis perlu waktu lama. Yang perlu diperhatikan adalah takaran penggunaannya mesti tidak melebihi yang dianjurkan. Kalau takarannya berlebih, pengaruh yang tidak diinginkan bisa muncul.

Mesti diingat, wanita hamil muda dilarang mengonsumsi mahkota dewa. Seperti dikutip Ning, Sumastuti juga telah membuktikan mahkota dewa mampu berperan seperti oxytosin atau sintosinon yang dapat memacu kerja otot rahim sehingga memperlancar proses persalinan. Ini bisa membahayakan kehamilan yang masih muda.

Yang tak kalah penting, pesan Ning, dalam menggunakan ramuan mahkota dewa kita dianjurkan menyugesti atau menyakinkan diri bahwa ramuan ini manjur, berdoa untuk kesembuhan kita, dan tetap mengunjungi dokter untuk mengetahui perkembangan kesehatan kita. (intisari)

Resep untuk Menjinakkan Kanker

Pada orang dewasa, untuk mengobati kanker (payudara atau rahim) yang tidak terlalu parah atau sekadar upaya pencegahan, cukup gunakan satu sendok makan ramuan instan yang diseduh dengan segelas air minum. Minum sehari dua kali, pagi dan sore hari.

Bila penyakitnya serius, perlu ramuan campuran teh racik mahkota dewa dan kunyit putih instan. Caranya, kita rebus satu sendok teh teh racik mahkota dewa dalam tiga gelas air hingga airnya tinggal setengahnya. Lalu, tambahkan satu sendok teh kunyit putih instan. Ramuan ini diminum tiga kali sehari.

Untuk penyakit yang sangat serius dosis ini dibuat dua kali lipat atau sampai satu sendok makan teh racik mahkota dewa. Pengobatan ini memerlukan waktu 3 - 6 bulan. Setelah pasien merasa sembuh ramuan tetap dikonsumsi dengan takaran dikurangi.

Mengendalikan diabetes

Untuk mencegah atau mengobati penyakit diabetes yang tidak terlalu serius diperlukan 3 - 5 potong teh racik mahkota dewa yang direbus dalam tiga gelas air bersama tiga lembar daun salam. Perebusan dilakukan hingga air tinggal setengahnya. Ramuan ini diminum tiga hari sampai seminggu sekali. Sedangkan untuk mengobati diabetes parah kita merebus dengan cara yang sama: sesendok teh racik mahkota dewa dan tiga lembar daun salam. Ramuan diminum tiga kali sehari.

Khasiat Tanaman Alang-alang

alang-alang
Bagi orang umum, alang-alang mungkin adalah hama dan sejenisnya. Namun ternyata manfaat dan khasiat tanaman alang-alang bagi kesehatan cukup banyak. Berikut ulasannya.
Alang-Alang pada umumnya tumbuh liar di hutan, ladang, lapangan berumput, dan pada tepi jalan pada daerah kering yang mendapat sinar matahari. Tanaman alang-alang biasanya tumbuh tegak dengan ketinggian sekitar 30 – 180 cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang. Daun berbentuk pita, tegak, berujung runcing, tepi rata, berambut kasar dan jarang. Warna daun hijau, panjang 12-80 cm, dan lebar 5-18 mm. Perbungaan berupa bulir majemuk dengan panjang tangkai bulir 6-30 cm. Panjang bulir sekitar 3 mm, berwarna putih, agak menguncup, dan mudah diterbangkan oleh angin. Pada satu tangkai terdapat dua bulir bersusun, yang terletak diatas adalah bunga sempurna, sedang yang dibawah adalah bunga mandul. Pada pangkal bulir terdapat rambut halus yang panjang dan padat berwarna putih. Biji jorong dengan panjang sekitar 1 mm berwarna coklat tua. Akar kaku berbuku-buku dan menjalar. Tunas muda bisa dimakan dan sangat bermanfaat untuk anak-anak.
Sifat Dan Khasiat Tanaman Alang-Alang :
Rasa akar alang-alang manis, bersifat sejuk, masuk meridian paru-paru, lambung dan kandung kemih. Simplisia ini bersifat tonik, pereda demam (anti piretik), peluruh kencing (Diuretik), menyejukkan darah untuk menghentikan perdarahan (hemostatik), dan menghilangkan rasa haus. Tunas muda berkhasiat untuk peluruh kencing (Diuretik).
Kandungan Kimia Tanaman Alang-Alang :
Akar dan batang alang-alang mengandung manitol, glukosa, sakarosa, malic acid, citric acid, coixol, arundoin, cylindrene, cylindol A, graminone B, imperanene, stigmasterol, campesterol, beta-sitosterol, fernenol, arborinone, arborinol, isoarborinol, simiarenol, anemonin dan tanin.
Indikasi Tanaman Alang-alang :
Akar Alang-alang digunakan untuk pengobatan :
  • Bengkak (Edem) karena radang ginjal akut, infeksi saluran kencing.
  • Kencing sedikit
  • Bengkak karena terbentur (memar)
  • Perdarahan akibat panasnya darah (blood heat) seperti mimisan (epistaksis), muntah darah, batuk darah, urine berdarah.
  • Wasir (hemoroid)
  • Demam disertai haus, batuk, flu, sesak
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Sakit kuning (jaundice)
Bunga Alang-alang digunakan untuk mengobati :
- Batuk darah dan mimisan akibat penyakit paru.
Cara Pemakaian :
- Untuk obat yang diminum : Rebus akar alang-alang kering (15-30 g), bila menggunakan yang masih segar maka jumlahnya kira-kira 30-60 g, sedang untuk bunga sekitar 5-10 mg, dan tunas muda 5-10 g. Bisa juga akar ditumbuk dan diperas airnya, atau yang kering digiling untuk dijadikan bubuk.
- Untuk pemakaian luar : bulir bunga berikut tangkainya digiling halus dan dibubuhi pada luka atau disumbatkan ke hidung untuk menghentikan perdarahan.

Khasiat Tanaman Binahong

TANAMAN BINAHONG

Khasiat utama :
1. Menyembuhkan luka dalam dan luar
2. Baru operasi
3. Thipus
4. Radang usus
5. Maag
6. Ambein
7. Pembengkakan dan pembekuan darah
8. Memulihkan kondisi lemah setelah sakit
9. Rematik
10. Luka memar terpukul dan terkilir
11. Mencegah stroke

Pemakaian dalam :
Rhisoma (umbi) dicuci bersih kemudian direbus, disaring dan langsung diminum (tiga gelas / hari) untuk menyembuhkan :
• Baru operasi
• Maag
• Thipus
• Disentri
• Kesegaran jasmani ( ditambahkan telur ayam kampung dan madu )
• Asam urat dan sakit pinggang ( ditambahkan telur ayam kampung dan madu )
• Mencegah stroke

Pemakaian luar :
Daun dan batang di tumbuk halus kemudian dioleskan pada bagian yang sakit. Untuk menyembuhkan :
• Memar ( terpukul )
• Kena api ( terbakar / panas )
• Reumatik
• Pegal linu
• Nyeri urat
• Menghaluskan kulit

TANAMAN OBAT KELUARGA

Cara penggunaan :
Ambil beberapa lembar daun binahong lalu dimasak dengan segelas air hingga mendidih. Diminum beserta ampasnya atau lebih mudah bisa dijus / diblender.

Daun bilahong mempunyai khasiat sebagai berikut :

• Untuk Katagori Penyakit Berat
1. Batuk/ muntah darah.: 10 lembar daun, diminum setiap hari sampai sembuh.
2. Paru-paru bolong : 10 lembar setiap hari.
3. Kncing manis : 11 lembar setiap hari.
4. Sesak nafas (bengek) : 7 lembar setiap hari.
5. Borok akut yang menahun : 12 lembar setiap hari.
6. Patah tulang : 10-20 lembar setiap hari.
7. Darah rendah : 8 lembar setiap hari.
8. Radang ginjal : 7 lembar setiap hari.
9. Segala macam gatal-gatal atau eksim kulit : 9 lembar setiap hari.
10. Geger otak ringan / berat : 10-15 lembar setiap hari.

Ket : untuk katagori penyakit berat tersebut dibutuhkan waktu penyembuhan hingga
6 bulan, diusahakan agar bersabar minum obat ini setiap hari.

• Untuk Kaatagori Penyakit ringan.
1. Disentri / buang air besar : 10 lembar setiap hari .
2. Ambein hingga berdarah : 16 lembar setaip hari.
3. Hidung mimisan (berdarah) : 4 lembar setiap hari
4. Habis bedah operasi : 20 lembar setiap hari.
5. Luka bakar : 10 lembar setiap hari.
6. Luka akibat kecelakaan/ benda tajam : 10 lembar setiap hari.
7. Jerawat : 8 lembar setiap hari.
8. Usus bengkak : 3 lembar setiap hari.
9. Gusi berdarah : 4 lembar setiap hari.
10. Kurang nafsu makan : 5 lembar setiap hari.
11. Melancarkan haid : 3 lembar setiap hari.
12. Menjaga stamina tubuh agar tetap sehat : 1 lembar setiap hari.
13. Penghangat badan : 5 lembar setiap hari.
14. Lemah syahwat : 3 / 10 lembar setiap hari di campur dengan madu dan telur ayam kampung.

Ket : Untuk katagori penyakit ringan dibutuhkan pengobatan hanya beberapa hari /
minggu. Untuk anak-anak cukup berikan separuh takaran dewasa.

1. Biji
Direbus bersama air dengan jumlah ganjil ( 1, 3, 5, 7, 9 ….dst ) untuk menyembuhkan :
• Pembengkakan jantung
• Pembengkakan lever
• Kencing manis / biji
• Kerusakan ginjal
• Radang usus besar

2. Daun
• Dipipis dengan laos untuk menyembuhkan reumatik
• Dipipis dengan kunci pepet kemudian direbus untuk cebok. Untuk mengobati keputihan.

3. Bunga
• Diambil getahnya lalu dioleskan pada penis. Untuk mengatasi lemah sahwat ( kelemahan laki-laki)

Manfaat dan Khasiat kunyit Putih

Khasiat dari sebuah kunyit memang sudah tak terindahkan lagi. Namun kali ini bintang akan membahas manfaat dari salah satu jenisnya yaitu kunyit putih.

Pada bagian Rimpang memiliki khasiat luar biasa dalam kesehatan seperti untuk mengatasi: gangguan pencernaan, sakit perut, perut mulas, dan bengkak kerana memar. Manfaat yang lain adalah untuk pemakaian luar, gunakan parutan rimpang kunyit putih untuk mengurap bagian tubuh yang memar, terseliuh, dan bisul yang sulit pecah. Bahkan pada, rimpang induk yang telah dikeringkan boleh digunakan sebagai bedak.
Kunyit putih juga dapat mengeluarkan angin dari perut, caranya Seduh serbuk kunci pepet sebanyak satu senduk teh dengan secawan air panas, lalu tutup. Setelah dingin, minum beningannya. Dan rasakan langsung manfaat nya.
Kunyit putih juga diyakini memiliki khasiat antikanker. Walau begitu hanya kunyit putih jenis mangga (Curcuma mangga) yang tumbuh terbatas di tempat yang bersuhu dingin di Indonesia, yang dapat mencegah atau mengobati kanker. Menurut Kepala Direktorat Pengawasan Obat Tradisional Ditjen POM, Ketut Ritiasa, penelitian tentang kunyit putih telah dilakukan di Cina sejak tahun 1988.
Pada Kunyit putih diketahui mengandungi minyak atsiri yang terdiri atas curdione dan curcumol. Khasiat Tanaman ini bersifat antioksidan dan dapat menahan zat radikal bebas penyebab tumbuhnya sel kanker serta dapat meningkatkan sel darah merah. ”
Tapi sekali lagi hati2, walaupun memiliki manfaat untuk orang normal, namun sebaiknya sebaiknya tidak digunakan pada masa kehamilan kerana dapat mengakibatkan keguguran.
Walaupun ukurannya kecil, jangan remehkan manfaat dari kunyit putih. Karena dia adalah salah satu tanaman berkhasiat yang sudah digunakan selama ratusan tahun sebagai obat tradisonal.